Social Icons

Pages

Selasa, 08 Mei 2012

KONSEP KERJA PHP


Konsep Kerja PHP

Konsep atau cara kerja HTML itu sangat sederhana, yaitu berawal dariclient yang memanggil berdasarkan URL (Uniform Resource Locator) melaluibrowser, kemudian browser mendapat alamat dari web server, yang nantinya akan memberikan segala informasi yang dibutuhkan web browser. Web browser yang sudah mendapat informasi segera melakukan proses penterjemahan kode HTML dan menampilkannya ke layar pemakai.
Konsep HTML
Konsep HTML
Hampir sama denga konsep kerja HTML, konsep kerja PHP
hanya perlu penterjemahan khusus untuk kode-kode PHP yang nantinya akan diterjemahkan oleh mesin PHP ke kode HTML terlebih dahulu sebelum diterjemahkan browser untuk ditampilkan di layar klien. Untuk lebih jelasnya lihat skema yang ada untuk membandingkan konsep kerja HTML dengan PHP.
konsep PHP
konsep PHP

PHP dan DATABASE
Salah satu kelebihan yang ada pada PHP yaitu mampu berkomunikasi dengan database yang beraneka ragam. Maka, PHP bisa menampilkan isi database dengan dinamis dan mudah diimplementasikan, sehingga membuat PHP disebut sangat cocok untuk membuat web yang paling dinamis.
Sampai saat ini, PHP sudah dapat berkomunikasi dengan berbagai macam database dengan kelengkapan yang berbeda-beda, diantaranya :
  • MySQL
  • MSQL
  • Oracle
  • Inges
  • Ms Access
  • InterBase
  • DBM
  • Informix
  • FilePro (Personix, Inc)
  • Sybase, dan
  • PostgreSQL.
Itu tadi sedikit penjelasan tentang konsep kerja PHP dan hubungan PHP dengan Database, semoga bermanfaat bagi semuanya.

Cara Kerja PHP


Cara Kerja PHP

Dalam mempelajari web programming, diperlukan suatu server side programming. Sebenarnya ada banyak sekali server side programming yang ada seperti PHP, Perl, Ruby, Phyton, Java Server Pages, ASP, Lasso, dan WebDNA. Namun kali ini kita akan membahas tentang PHP. Kenapa PHP? Karena menurut saya inilah server side programming yang paling banyak digunakan. Selain dapat diperoleh secara gratis, PHP juga kompatibel dengan benyak database seperti MySQL, Oracle, DBM, MSSQL, Ms Access, dan Sysbase.
PHP merupakan singkatan dari PHP (Personal Home Page) Hypertext Prepocessor. PHP pertama kali dikembangkan oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995, dan pada saat itu namanya adalah FI (Form Interpreter) dan digunakan untuk mengolah data form dari web.Dengan menggunakan PHP kita dapat membuat web dinamis. Script PHP bisa terpasang pada HTML secara langsung dan sebagian besar scriptnya mirip dengan bahasa C, Java, dan ASP. Jadi bagi yang sudah mahir dengan Java ataupun C mungkin tidak perlu waktu yang lama untuk mempelajari PHP.
Cara kerja PHP kurang lebih seperti ini

Jadi pada awalnya Browser dari klient merequest suatu halaman web kepada server. Kemudian web server memproses request dari browser dengan PHP dan database yang diperlukan dan mengembalikan ke browser client sebagai script HTML dan Javascript. Jadi pada saat sampai ke browser client sudah tidak ada lagi script PHP

PHP DAN MYSQL DASAR


PHP DAN MYSQL DASAR
Pada tutorial kali ini, kita akan mencoba melakukan operasi – operasi dasar pada PHP MySQL.
1. Membuat koneksi
<?php
$hostmysql = “localhost”;
$username = “mysqlusername”;
$password = “mysqlpassword”;
$database = “namadatabase”;

$conn = mysql_connect(“$hostmysql”,”$username”,”$password”);
if (!$conn) die (“Koneksi gagal”);
mysql_select_db($database,$conn) or die (“Database tidak ditemukan”); >
Penjelasan Script:
a. mysql_connect
digunakan untuk membuat koneksi dari PHP ke server MySQL. Data mengenai hostname, mysql username, dan password yang digunakan telah diwakilkan oleh variabel $hostmysql, $username, $password. Penulisannya akan sama dengan:
mysql_connect(“localhost”,”username”,”password”);
b. mysql_select_db
untuk memilih database yang akan digunakan.
c. if (!$conn) die (“Koneksi gagal”);
jika koneksi gagal dibuat (!$conn), maka akan muncul pesan kesalahan
Setiap operasi PHP yang berhubungan dengan MySQL, akan membutuhkan sintaks diatas. agar lebih mudah, lebih baik disimpan terlebih dahulu dengan nama konfig.php. Jika sintaks tersebut dibutuhkan lagi, maka kita melakukan include terhadap file konfig.php tersebut.
2. Membuat tabel pada MySQL
<?php
include (“konfig.php”);
mysql_query(“CREATE TABLE user (
namadpnVARCHAR(20),
namablkg VARCHAR(20),
negara VARCHAR(20))”); ?>
Penjelasan script:
1. include (“konfig.php”);
perintah include digunakan untuk mengikut sertakan sebuah file (pada contoh diatas adalah file konfig.php).
2. mysql_query
format umum dari perintah ini adalah mysql_query(string dari query).
mysql_query akan sering dijumpai pada artikel kali ini.
3. Memasukkan data pada tabel
<?php
include (“konfig.php”);
$insert = “INSERT INTO users (namadpn,namablkg,negara)
VALUES (‘Saya’,'Sendiri’,'Indonesia’)”;
mysql_query($insert) or die (“tidak dapat memasukkan data ke tabel”);?>
4 . Menampilkan data dari tabel
<?php
include (“konfig.php”);
$query = “SELECT * FROM user”;
$result = mysql_query($query);
$numrows = mysql_num_rows($result);
while($row = mysql_fetch_array($result)){
echo “Jumlah data: $numrows <br>”;
echo “Nama Depan: $row[namadpn] <br>”;
echo “Nama Belakang: $row[namablkg] <br>”;
echo “Negara: $row[negara]“;
} ?>
Penjelasan script:
1. mysql_num_rows
digunakan untuk menghitung jumlah baris yang didapat dari hasil eksekusi query (mysql_query).
2. while ( ) {
}
digunakan untuk melakukan perulangan selama data yang yang diinginkan masih ada. (dalam contoh diatas: akan menampilkan semua isi dari table).
3. mysql_fetch_array
menampilkan data dari tabel dalam bentuk array
Untuk penggunaan lainnya (hapus, update, dsb) yang berubah hanya string query-nya saja.

Senin, 07 Mei 2012

Mengelola variabel ( isset ( ), unset ( ), empty ( ) )


[ belajar php ] - Mengelola variabel ( isset ( ), unset ( ), empty ( ) )


belajar php - Teknik dasar PHP, dan utnuk belajar php mesti tahu tentang Mengelola variabel. Jika anda belajar php, dipastikan anda selalu akan menemui variabel. Maka dari itu dituntut dalam blajar php, diharuskan bisa mengelola variabel. implemetasi pembuatan kode program php, secara garis besar ada tiga konstruksi bahasa digunakan untuk mengelola suatu variabel, yaitu isset(), unset(), empty()



1. isset
isset() digunakan untuk menyatakan variabel sudah diset atau tidak. Jika variabel sudah diset makan variavel akan mengembalikan nilai true, sebaliknya akan bernilai false


2. unset
unset()merupakan kebalikan dari isset(), yaitu untuk meng-unsetvariabel, dan membebaskan memory yang sudah digunakan.

3. empty
empty(), digunakan untuk memerikasa apakah variabel form tidak dikirim atau tidak berisi data alias kosong. berbeda denagn isset(), yang mengembalikan nilai false pada variabel yang di-unset, empty() akan mengembalikan nilai true

PHP & MySQL "Fungsi/Method"


PHP & MySQL - belajar php : "Fungsi/Method"


PHP & MySQL - Kali Ini akan "belajar php" mengenai Koding "Fungsi/Method". FUngsi, atau method diparadigma objek, adalah blok kode yg dapat di depinisikan kemudian di pangil (di-invoke) dai bagian lain program . Belajar php mesti pelan-pelan, apalagi mengenai "Fungsi/Method". Tahap balajr php ini merupakan tahap dasar yang perlu di mengerti dan dio pahami, guna untuk pengembangan kedepan.

Sebagai pemrogram, kita bisa menganalisa, kapan mesti mengunakan fungsi. contoh nya, untuk kode-kode php yang smaa dan sering digunakan, nah pastinya ini akan mempermudah anda untuk membuat koding. Tapi mungkin ini sulit yang baru pertama untuk belajar php.

/* Mendapatkan Jam dari system dengan format 0-23 */
$time = date("G");
if ($time <12) {
$say = 'Good morning ..';
}elseif ($time < 17 ){
$say = 'Good Afternoon ..';
}else
{
$say = 'Good evening ..';
}

echo $say;
Para pembaca blog "belajar php" kode diatas jika diperlukan kembali akan ditulis lagi, dan ditulis lagi. Agar lebih efisien, maka kode php diatas sebaiknya di pakai "Fungsi/Method" PHP.

function greeting($tNow){
if(!$tNow) return '';
if(!$tNow < 12 ) return 'Good Morning..';
if(!$tNow < 17 ) return 'Good afternoon..';
if(!$tNow >17 ) return 'Good evening..';

}
//memanggil fungsi strlen
echo getLength('Hello');

Prioritas operator aritmatika pada php


Halo pada posting kali ini saya akan menjelaskan urutan pengerjaan operator aritmatika pada operator PHP. Bagi yang lupa apa yang dimaksud dengan operator aritmatika dan apa saja operator aritmatika yang terdapat pada PHP dapat membaca posting dengan judulMenggunakan operator aritmatika pada PHP.
Misalkan terdapat script PHP sebagai berikut :
<?php
$x = 1+2*3-4;
echo “$x”;
?>
Menurut kamu berapa nilai x pada variabel $x ?. Mungkin kebanyakan dari kamu berpendapat bahwa nilai variabel $x adalah 5, yang benar adalah 3. Kok bisa begitu ? bingung kan, karena rumus diatas oleh PHP dibaca sebagai berikut 2*3+1-4. Kok bisa pasti begitu pertanyaan yang kamu ajukan berikutnya. Jadi double bingung dech icon biggrin Prioritas operator aritmatika pada php . Karena PHP menganggap operator perkalian memiliki prioritas lebih tinggi daripada operator penambahan dan pengurangan makanya PHP mengerjakan operator perkalian lebih dahulu daripada operator penambahan dan pengurangan. Bahasa keren prioritas operator aritmatika ini adalah precedence of arithmetic operators.
Berikut ini tabel precedence of arithmetic operator dari PHP.
Prioritas
Operator
Keterangan
Tertinggi
()
Operator yang terdapat pada tanda kurung akan dihitung lebih dahulu.
Nomer dua
* / %
Operator berikut ini akan dijalankan setelah operator yang terletak di tanda kurung. Apabila terdapat lebih dari satu operator, maka urutan pengerjaannya dilakukan mulai dari kiri sampai kanan.
Nomer tiga
+ -
Operator ini merupakan operator terakhir yang dijalankan oleh PHP setelah operator yang terletak di tanda kurung dan operator * / %. Apabila terdapat lebih dari satu operator, maka urutan pengerjaannya dilakukan mulai dari kiri sampai kanan.

Mengenal macam-macam error message di PHP


Halo pada posting kali ini saya akan menjelaskan macam-macam error message pada PHP. Apa yang dimaksud dengan error message?. Error message adalah message yang muncul ketika PHP menemukan masalah pada waktu menjalankan suatu script.
Pada dasarnya terdapat 3 macam error message pada PHP, yaitu :
  • Error message
  • Warning message
  • Notice message
Berikut ini akan dijelaskan pengertian dan contoh dari masing-masing message ini.
Error Message
Message ini muncul ketika PHP menemui masalah untuk menjalankan suatu script. Error message ini akan mengakibatkan script tidak dapat dijalankan. Error message biasanya akan menampilkan suatu informasi letak kesalahan script. Hal-hal yang sering mengakibatkan error message adalah lupa memberikan tanda titik koma pada akhir statement, tanda kurung yang tidak lengkap, dan masih banyak lagi hal-hal yang dapat mengakibatkan error message.
Berikut ini merupakan contoh error message yang diakibatkan lupa memberikan tanda titik koma pada akhir statement

Mengirimkan error message ke file


Ada kalanya kamu juga ingin mengirimkan suatu error message pada suatu file. Untuk mengirimkan error message pada file kamu harus memiliki hak sebagai PHP adminstrator dan memiliki hak akses untuk file php.ini. Bagi kamu yang ingin bingung dengan apa yang dimaksud dengan error message dan ingin mengetahui jenis-jenis error message pada PHP dapat membaca posting mengenal macam-macam error message di PHP.
Oke berikut ini merupakan langkah demi langkah untuk mengirimkan error message ke file.
  • Buka file php.ini dengan program text editor kesayangan kamu. Bisa dengan notepad atau wordpad.
  • Temukan kalimat log_errors = Off.
  • Ganti kata off dengan On. Maka kalimat tersebut menjadi log_errors = On.
  • Temukan kalimat ;error_log = “filename”. Apabila kamu menginstall XAMPP. maka temukan kalimat ;error_log = “C:\xampp\apache\logs\phperror.log”.
  • Hilangkan tanda ; didepan kata error dan ganti path folder sesuai dengan keinginan kamu. Apabila kamu menggunakan program XAMPP cukup menghilangkan tanda ; saja.
Catatan
Jangan lupa untuk membuat directory tempat file error log berada. Contoh error log XAMPP milik saya disimpan pada directory C:\xampp\apache\logs\ -> maka pastikan directory tersebut ada. Kamu tidak perlu membuat file untuk menampung error message karena PHP akan membuatnya secara otomatis.

Mengenal fungsi mktime di PHP


Halo pada posting kali ini saya akan membahas satu fungsi date dan time yang cukup penting menurut saya, yaitu fungsi mktime. Fungsi mktime digunakan untuk mendapatkan tanggal dan waktu tertentu.
Format fungsi mktime adalah sebagai berikut :
$nama_variabel = mktime(h, m, s, mo, d, y);
dimana :
h = jam
m = menit
s = detik
mo = bulan
d = tanggal
y = tahun
contoh penggunaan fungsi mktime pada script PHP adalah sebagai berikut
<?php
$tanggal = mktime(0,0,0,9,21,1978);
$tanggal_penting = date(“d/m/Y”,$tanggal);
echo “Tanggal penting = ” .$tanggal_penting;


Mengenal perintah while di PHP


Halo pada posting kali ini saya akan menjelaskan mengenai perintah while di PHP. Perintah while ini juga merupakan salah satu bentuk perintah perulangan di PHP. Bagi yang lupa atau tidak tahu mengenai perintah for di PHP dapat membaca posting dengan judul mengenal perintah for di PHP.
Bentuk sintaks perintah while di PHP adalah
while (expr)
{
statetement
}
dimana :
expr adalah eksperesi atau conditional statement yang menyatakan pada PHP berapa kali perulangan while ini akan dijalankan.
Statement merupakan perintah yang harus dijalankan oleh perintah while ini. Perintah ini dijalankan selama conditional statement bernilai TRUE. Yang dimaksud dengan conditional statement adalah suatu perintah yang digunakan untuk melakukan pengecekan dengan menggunakan operator perbandingan. Untuk mengetahui macam-macam operator perbandingan dapat membaca posting dengan judul operator perbandingan pada perintah if di PHP.
Untuk lebih jelasnya saya akan memberikan contoh penggunaan perintah while ini dengan menggunakan contoh kasus yang telah dibahas pada posting sebelumnya, yaitu mencetak angka 1-100 pada layar browser anda.
Logikanya sama saja dengan kasus perintah for yang pernah saya jelaskan sebelumnya. Biar tambah jelas dan tambah mahir membuat script PHP untuk mencetak angka 1-100 di layar browser kamu, akan diberikan langkah demi langkah logika berpikir untuk membuat script PHP ini.
  • Langkah pertama adalah memastikan bahwa perintah PHP ini harus bener-bener dijalankan sebanyak 100 kali. Maka kita set variabel dengan nama $counter1 untuk menyimpan nilai awal yang akan dicetak, yaitu 1.
  • Langkah kedua adalah menentukan batas akhir pengulangan, yaitu sebesar 100. Kamu dapat menyimpan nilai ini dalam suatu variabel atau kamu dapat menuliskannya secara langsung. Nanti saya kasi dua contoh tersebut dech, jadi jangan khawatir oke.
  • Langkah ketiga adalah mencetak angka 1-100 dengan menggunakan perintah echo.
  • Langkah terakhir adalah menambahkan nilai variabel $counter1 dengan 1. Sebab kita akan mencetak angka 1-100. Hal ini harus diingat, karena apabila tidak dilakukan maka akan menyebabkan infinite loop atau yang biasa disebut dengan loop yang tidak pernah berhenti. Kok bisa jadi infinite loop ?, pasti itu yang kamu pikirkan sekarang. Saya akan jelaskan, seperti yang kita ketahui bahwa perintah while ini mengecek kondisi apakah nilai variabel $counter1 sudah melebihi 100 apa tidak. Jika nilai variabel ini tidak ditambahkan maka nilai variabel ini akan terus bernilai sama, dan hal inilah yang menyebabkan kondisi loop yang tidak berhenti atau istilah kerennya adalah infinite loop.

Melakukan sorting pada array di PHP


Halo pada posting kali ini saya akan menjelaskan cara melakukan sorting pada array. Sebenarnya ada banyak fungsi sorting yang terdapat pada PHP. Namun pada posting kali ini saya hanya membahas dua fungsi sorting saja, yaitu fungsi sort dan asort.
Fungsi sort digunakan untuk melakukan sorting nilai array PHP secara ascending. Maksud dari ascending adalah sorting yang dilakukan mulai dari nilai terendah sampai tertinggi. Berikut ini merupakan format fungsi sort
sort($nama_array)
Sebagai catatan, fungsi sort ini akan mengurutkan nilai array secara ascending dan kemudian akan memberikan nilai indeks baru pada array yang diurutkan. dimana nilai indeks yang diberikan berupa angka. Jadi apabila kamu ingin mengurutkan nilai array dan juga ingin tetap mempertahankan nilai indeksnya, saran saya jangan menggunakan fungsi ini. Berikut ini merupakan contoh script php yang menggunakan fungsi sort.
<?php
$coba["3"] = “9 sembilan”;
$coba["2"] = “8 delapan”;
$coba["1"] = “7 tujuh”;
sort($coba);
print_r($coba);
?>
Apabila kamu menjalankan script php tersebut dilayar browser kamu, maka tampilan layar browser kamu akan seperti gambar dibawah ini.
tampilan script php1 300x26 Melakukan sorting pada array di PHP
Coba kamu perhatikan indeks array yang terdapat pada browser kamu dan indeks yang terdapat pada script php. Apabila kamu jeli maka kamu akan tahu bahwa indeks yang digunakan untuk menyimpan nilai array berubah. Contoh pada script php diatas indeks array 3 digunakan untuk menyimpan nilai 9, sedangkan pada browser indeks array 2 digunakan untuk menyimpan nilai 9.
Jadi fungsi sorting apa yang harus digunakan supaya php dapat melakukan sorting nilai array sekaligus menyimpan nilai indeks array ?. Jawabnya mudah saja. Gunakan saja fungsi asort. Berikut ini merupakan format fungsi asort.
asort($nama_array)
Berikut ini merupakan contoh script yang menggunakan fungsi asort. Saya tetap menggunakan contoh script diatas, cuma fungsi sort diganti dengan menggunakan fungsi asort.

Menampilkan nilai array di PHP dengan foreach


Halo pada posting kali ini saya akan menjelaskan cara menampilkan nilai variabel array di PHP dengan menggunakan foreach. Dengan menggunakan fungsi foreach ini kamu dapat menampilkan semua nilai atau indeks array dari awal sampai akhir. Sebenarnya kamu dapat menggunakan fungsi foreach ini untuk kepentingan selain menampilkan nilai indeks atau nilai array. Sebagai contoh kamu dapat menggunakan fungsi foreach ini untuk menyimpan nilai array ke dalam suatu database, ataupun menambahkan setiap nilai array dengan jumlah tertentu. Tapi pada posting kali ini saya hanya akan membahas cara menampilkan nilai array saja.
Berikut ini merupakan format fungsi for each
foreach( $arrayname as $keyname -> $valuename)
{
block of statements;
}
$arrayname merupakan nama array yang akan ditampilkan nilai ataupun indeksnya.
$keyname merupakan nama variabel yang digunakan untuk menyimpan nilai indeks array. $keyname ini merupakan variabel optional, artinya kamu dapat atau tidak menyertakan variabel ini.
$valuename merupakan nama variabel yang digunakan untuk menyimpan nilai variabel array.
Berikut ini merupakan contoh script PHP yang menggunakan fungsi foreach.

Memisahkan Nilai Array


Halo pada posting kali ini saya akan membahas cara melakukan split array atau bahasa mudahnya adalah bagaimana cara memisahkan nilai array. Perintah yang digunakan untuk memisahkan array adalah array_slice. Berikut ini merupakan format perintah dari array_slice
$subArray = array_slice($nama_array, n1, n2)
Keterangan
$subArray merupakan variabel array yang digunakan untuk menyimpan hasil dari array yang dipisah.
$nama_array merupakan variabel array yang ingin dipisah.
n1 merupakan indeks awal array yang mau dipisah
n2 merupakan panjang dari array yang baru.
Untuk lebih jelasnya seperti biasa perhatikan script PHP dibawah ini
<?php
$nama_makanan = array(“Nasi Goreng”, “Ayam Goreng”, “Ayam Bumbu Rujak”, “Nasi liwet”, “Nasi Goreng Padang”, “Nasi Ayam Kecap”);
$makanan_kesukaanku = array_slice($nama_makanan,1,2);
print_r($makanan_kesukaanku);
?>
Pada script diatas, saya mengambil nilai dari variabel array $nama_makanan dimulai dari indeks satu (perhatikan nilai n1 = 1), selain itu saya juga mengambil sebanyak 2 nilai array pada variabel array $nama_makanan (perhatikan nilai n2 = 2). sehingga variabel array $makanan_kesukaanku menyimpan nilai “Ayam Goreng” dan “Ayam Bumbu Rujak”. Apabila saya menampilkan isi dari variabel $makanan_kesukaanku atau menjalankan script PHP diatas pada web browser, maka web browser akan menampilkan output seperti dibawah ini.
Array ( [0] => Ayam Goreng [1] => Ayam Bumbu Rujak )
Oke sekian saja posting kali ini. Selamat mencoba dan good luck icon wink Memisahkan Nilai Array

Konversi Variabel Menjadi Array


Halo pada posting kali ini saya akan menjelaskan cara melakukan konversi variabel menjadi array. Kalau pada posting sebelumnya saya telah menjelaskan cara melakukan konversi array menjadi variabel. Bagi yang lupa cara melakukan konversi array menjadi variabel silahkan baca posting dengan judul konversi array menjadi variabel, tentu saja disitus tersayang kamu (narsis mode on) icon mrgreen Konversi Variabel Menjadi Array.
Fungsi yang digunakan untuk melakukan konversi variabel menjadi array adalah fungsi compact. Berikut ini contoh script PHP yang menggunakan fungsi compact
<?php
$makanan = “Nasi Goreng”;
$minuman = “Juice Apukat”;
$arraycoba = compact(“makanan”,”minuman”);
echo “Makanan favorit adalah $arraycoba[makanan].\n”;
echo “<br />”;
echo “Minuman favorit adalah $arraycoba[minuman].\n”;
echo “<br />”;
?>
Inti fungsi compact ini sebenarnya sama dengan fungsi extract, yang membedakan hanyalah kalau fungsi extract melakukan konversi dari array menjadi

Konversi Array Menjadi Variabel


Halo pada posting kali ini saya akan membahas cara melakukan konversi variabel menjadi array. Kamu dapat menggunakan fungsi extract untuk melakukan konversi dari array menjadi variabel ini. Dimana fungsi extract ini akan menyimpan nilai array ke variabel yang diberi nama sesuai dengan indeks key dari array.
Bagi yang lupa dengan array dapat membaca artikel mengenai array di situs ini. Berikut ini merupakan contoh script php yang menggunakan fungsi extract.
<?php
$arraycoba = array(“makanan” => “Nasi Goreng”, “minuman” => “Juice Apukat”);
extract($arraycoba);
echo “Makanan favorit adalah $makanan.\n”;
echo “<br />”;
echo “Minuman favorit adalah $minuman. \n”;
?>
Pada script PHP diatas variabel arraycoba memiliki nilai Nasi Goreng dan Juice Apukat. dimana nilai array Nasi Goreng disimpan ke dalam indeks dengan nama makanan, sedangkan nilai array Juice Apukat disimpan ke dalam indeks array dengan nama minuman. Sehingga apabila fungsi extract dijalankan maka nilai array Nasi Goreng akan disimpan ke dalam variabel makanan, sedangkan nilai array Juice Apukat akan disimpan ke dalam variabel minuman.
Berikut ini merupakan tampilan yang akan ditampilkan oleh web browser kamu apabila menjalankan script php diatas

SEJARAH TENTANG PHP


Sejarah PHP

PHP: Hypertext Preprocessor
PHP
Paradigma:imperatif, berorientasi objek, prosedural, reflektif
Perancang:Rasmus Lerdorf
Pengembang:The PHP Group
Sistem pengetikan:Dinamis, lemah
Mempengaruhi:PHP4Delphi
Lisensi:Lisensi PHP
Situs web:www.php.net
Pada awalnya PHP merupakan kependekan dari Personal Home Page (Situs personal). PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorfpada tahun 1995. Pada waktu itu PHP masih bernama Form Interpreted (FI), yang wujudnya berupa sekumpulan skrip yang digunakan untuk mengolah data formulir dari web.
Selanjutnya Rasmus merilis kode sumber tersebut untuk umum dan menamakannya PHP/FI. Dengan perilisan kode sumber ini menjadi sumber terbuka, maka banyak pemrogram yang tertarik untuk ikut mengembangkan PHP.
Pada November 1997, dirilis PHP/FI 2.0. Pada rilis ini, interpreter PHP sudah diimplementasikan dalam program C. Dalam rilis ini disertakan juga modul-modul ekstensi yang meningkatkan kemampuan PHP/FI secara signifikan.
Pada tahun 1997, sebuah perusahaan bernama Zend menulis ulang interpreter PHP menjadi lebih bersih, lebih baik, dan lebih cepat. Kemudian pada Juni 1998, perusahaan tersebut merilis interpreter baru untuk PHP dan meresmikan rilis tersebut sebagai PHP 3.0 dan singkatan PHP diubah menjadi akronim berulang PHP: Hypertext Preprocessing.
Pada pertengahan tahun 1999, Zend merilis interpreter PHP baru dan rilis tersebut dikenal dengan PHP 4.0. PHP 4.0 adalah versi PHP yang paling banyak dipakai pada awal abad ke-21. Versi ini banyak dipakai disebabkan kemampuannya untuk membangun aplikasi web kompleks tetapi tetap memiliki kecepatan dan stabilitas yang tinggi.
Pada Juni 2004, Zend merilis PHP 5.0. Dalam versi ini, inti dari interpreter PHP mengalami perubahan besar. Versi ini juga memasukkan model pemrograman berorientasi objek ke dalam PHP untuk menjawab perkembangan bahasa pemrograman ke arah paradigma berorientasi objek.

CONTOH PROGRAM

Program Hello World

Program Hello World yang ditulis menggunakan PHP adalah sebagai berikut:

Membandingkan Nilai Dua Array di PHP Part 1


Hallo pada tutorial kali ini saya akan menjelaskan cara membandingkan nilai dua array di PHP. Dengan membandingkan dua array kamu dapat mengetahui bagian mana yang berbeda atau bagian mana yang sama dari dua array. Pada posting kali ini saya akan menjelaskan cara mendapatkan nilai yang berbeda dari dua array.
Perintah yang digunakan untuk mendapatkan nilai yang berbeda dari kedua array adalah array_dif. Berikut ini merupakan format penggunaan perintah ini
$nama_variabel_array = array_diff($array1, $array2)
variabel array $nama_variabel_array akan berisi nilai yang terdapat dalam variabel $array1 yang tidak dimiliki oleh variabel $array2. Untuk lebih jelasnya coba perhatikan script PHP berikut ini
<?php
$array1 = array( “1″=>”Ayam Goreng”, “2″=>”Nasi Goreng”, “3″=>”Pisang Goreng”);
$array2 = array( “Nasi Goreng”, “Ayam Goreng”, “Capcai” );
$TampungArray = array_diff($array1,$array2);
print_r($TampungArray);
?>
Apabila script PHP diatas dijalankan pada web browser kamu, maka web browser kamu akan menampilkan output Array([3] => Pisang Goreng). Hal ini disebabkan karena pada indeks ketiga pada array pertama yang memiliki nilai berbeda dan tidak dimiliki oleh array kedua.
Jangan lupa urutan penempatan array di dalam perintah array_diff akan menentukan hasil output dari perintah tersebut. Contoh saya akan membalik penempatan array didalam perintah array_diff pada contoh script PHP diatas, sehingga perintah array_diff akan menjadi $TampungArray = array_diff($array2, $array1). Untuk lebih jelasnya berikut merupakan script PHP yang menggunakan perintah array_diff, dimana penempatan posisi arraynya dibalik
<?php
$array1 = array( “1″=>”Ayam Goreng”, “2″=>”Nasi Goreng”, “3″=>”Pisang Goreng”);
$array2 = array( “Nasi Goreng”, “Ayam Goreng”, “Capcai” );
$TampungArray = array_diff($array2,$array1);
print_r($TampungArray);
?>
Apabila kamu menjalankan script PHP diatas pada web browser kamu, maka web browser kamu akan menampilkan output  Array ( [2] => Capcai ). Hal ini disebabkan karena pada indeks kedua pada array kedua memiliki nilai yang berbeda dan tidak dimiliki oleh array pertama.